Probolinggo,ifaktanews.co.id,-Polres Probolinggo melalui Kapolsek paiton AKP Maskur Ansori mengaskan,akan menindak secara hukum yang berlaku,kepada penyebar berita hoax adanya banyak kambing yang mati di wilayah kecamatan paiton. Pada Selasa 11/06/2024
Pesan berantai yang menimbulkan kepanikan masyarakat Paiton,khususnya para peternak kambing,tentang adanya banyak kambing yang mati secara mendadak dan mengeluarkan darah dari mulutnya,membuat kepolisian polres Probolinggo bergerak cepat dan menelusuri dari mana pesan berantai itu bermula.
Dengan tegas,Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu wardana melalui Kapolsek paiton AKP Maskur Ansori bergerak cepat,dengan mendatangi pemilik kambing yang fotonya tersebar di wa group dan media sosial lainya.
Dengan mengandeng Kabid Keswan Kemavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nicholas Nuryulianto,AKP Maskur Ansori mendatangi pemilik kambing di Desa sumberanyar kecamatan Paiton,Kabupaten Probolinggo,dan memastikan penyebab kematian kambing warna hitam tersebut.
Fakta yang terungkap, matinya kambing tersebut menurut pemiliknya di sebabkan karena keracunan,bukan karena virus.
“Perintah Kapolres Probolinggo,dengan adanya pesan berantai tersebut yang meresahkan warga Paiton,khusunya pemilik kambing, kami di perintahkan,untuk mencari kebenaran pesan berantai tersebut. Namun setalah kami datangi pemilik.kambing yang mati, itu bukan karena virus,melainkan karena keracunan atau karena di patuk ular. Terangnya.
“Saya ingatkan dengan tegas,kepada warga Paiton,untuk tidak melakukan penyebaran berita hoax,yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Sesuai perintah bapak Kapolres Probolinggo, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai undang undang yang berlaku.”tegasnya.
Sementara pemilik kambing h Umar 59 tahun,yang mati dan di sebar fotonya itu membenarkan, kalau kematian kambingnya bukan karena virus,melainkan karena keracunan atau di patuk ular. Itu di pastikan olehnya,setalah mendatang petugas medis khusus hewan.
” Saya meyakini,kambing saya mati bukan karena virus,melainkan karena keracunan,atau di patuk ular. Karena saya sudah mendatangkan petugas medis khusus hewan,dan petugas menjelaskan itu bukan karena virus.”terangnya.
