
PROBOLINGGO,-ifsktanews.co.id,-Program Makanan Bergizi (MBG) di Kabupaten Probolinggo kembali menjadi sorotan. Seorang wali murid PAUD Tahzibun Nasyiin, Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, mengaku menemukan ulat di dalam roti yang termasuk dalam paket MBG yang diterima anaknya, Kamis, 26 Februari 2026.
Temuan itu pertama kali diketahui saat makanan hendak dikonsumsi. Dalam rekaman video yang beredar dan diterima media ini, tampak beberapa ulat berwarna putih berada di bagian dalam roti.
Sururiz Zaman, wali murid siswa PAUD tersebut, menyampaikan kekecewaannya. Ia mempertanyakan standar kebersihan serta pengawasan makanan yang dibagikan kepada anak-anak usia dini.
“Saya sangat kecewa. Bagaimana anak-anak bisa mendapatkan asupan gizi yang baik jika makanan yang dibagikan tidak terjamin kebersihannya?” kata Sururiz saat dihubungi, Kamis, 26 Februari 2026.
Menu itu diduga berasal dari mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sogaan–Pakuniran–Probolinggo yang mendistribusikan paket MBG ke sejumlah lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Dihubungi terpisah, Kepala SPPG Sogaan–Pakuniran–Probolinggo, M. Aminullah, membenarkan bahwa roti tersebut merupakan bagian dari distribusi MBG hari itu. Ia mengaku terkejut dengan laporan tersebut.
Menurut Aminullah, SPPG bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk penyediaan bahan baku, termasuk roti. “Atas kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memutus kerja sama dengan pemasok yang bersangkutan. Kami juga akan mencari supplier lain yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.
Insiden ini menambah daftar catatan dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Program yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik itu menuntut pengawasan ketat, terutama karena menyasar anak-anak usia dini yang rentan terhadap risiko keamanan pangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah pengawasan tambahan atau pemeriksaan terhadap makanan lain yang telah terdistribusi pada hari yang sama.
