Bagikan

PROBOLINGGO,-ifaktanews.co.id,-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo selama lebih dari lima jam memicu banjir besar pada Sabtu malam, 21 Februari 2026, hingga Minggu dini hari. Air meluap dari sejumlah sungai dan menerjang permukiman warga di lima kecamatan. Ratusan orang terdampak, sebagian di antaranya terpaksa mengungsi.

Wilayah yang terendam meliputi Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading. Hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dengan intensitas tinggi dan tak kunjung reda. Menjelang malam, air sungai melampaui tanggul dan mengalir deras ke perkampungan.

Arus banjir merendam rumah, masjid, pondok pesantren, serta sejumlah ruas jalan utama. Di beberapa titik, bangunan semi permanen roboh diterjang air. Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan air kecokelatan mengalir deras memasuki rumah warga, menyeret perabotan, dan merobohkan warung di tepi jalan.

Supardi, warga terdampak, mengatakan banjir datang begitu cepat. “Air datang sangat cepat. Harta benda di dalam rumah semuanya terendam. Kami hanya sempat menyelamatkan diri dan anak-anak,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian. Menurut dia, ketinggian air sempat mencapai sekitar setengah meter dan membuat akses jalan tak bisa dilalui kendaraan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyatakan pemerintah daerah bersama tim gabungan memprioritaskan evakuasi warga rentan. “Kami bergerak cepat mengevakuasi lansia dan anak-anak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” katanya.

Pemerintah daerah masih melakukan pendataan kebutuhan mendesak. Selain logistik dasar, warga membutuhkan makanan siap saji untuk berbuka puasa dan sahur. “Pendataan masih berlangsung. Bantuan logistik sedang kami siapkan,” ujar Ugas.

Hingga Sabtu malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat terus melakukan asesmen di sejumlah titik terdampak. Petugas mendata kerusakan rumah, fasilitas ibadah, dan sarana pendidikan yang terendam maupun rusak akibat terjangan arus.

Belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerugian maupun korban jiwa. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah situasi. Di sejumlah wilayah, air mulai surut, meski sebagian jalan dan permukiman masih tergenang.