Bagikan


Tanggerang,-ifaktanews.co.id,-Dalam sebuah vidio yang di unggah oleh akun tiktok@salmabram,menuai banyak kritik dari netisen. Dalam tanyangan vidio yang berdurasi tidak lebih dari 2 menit tersebut, beberapa orang mengaku petugas bea dan cukai,dengan mengunakan rompi,menggeledah warung Madura.

Dari tayangan vidio tersebut, banyak menuai kritik dan pertanyaan,apa sebenarnya tugas dan fungsi dari pegawai Bea dan cukai,ternyata tugas pokok dan fungsi bea dan cukai seperti ini.

Peran strategis pegawai Bea dan Cukai kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya arus perdagangan internasional dan kompleksitas pengawasan barang lintas negara. Sebagai “garda terdepan” dalam menjaga perbatasan ekonomi Indonesia, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka dinilai krusial namun juga penuh tantangan.

Dalam struktur tugasnya, Bea Cukai memegang lima peran utama: sebagai pemungut penerimaan negara, fasilitator perdagangan, pelindung industri, penjaga masyarakat, dan penegak hukum. Namun, di tengah tuntutan globalisasi dan digitalisasi perdagangan, efektivitas pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut mulai dipertanyakan.

Sebagai Revenue Collector, Bea Cukai bertanggung jawab mengumpulkan bea masuk, bea keluar, cukai, serta pajak impor yang menjadi salah satu sumber penerimaan negara. Di sisi lain, peran sebagai Trade Facilitator menuntut pelayanan cepat dan efisien bagi pelaku usaha agar daya saing industri nasional tetap terjaga.

Tak hanya itu, fungsi Industrial Assistance juga menjadi sorotan, terutama dalam melindungi industri dalam negeri dari serbuan barang impor murah. Sementara itu, sebagai Community Protector, Bea Cukai dituntut sigap mencegah masuknya barang berbahaya seperti narkotika, senjata ilegal, hingga produk terlarang lainnya.

Peran sebagai Law Enforcer menjadi yang paling kompleks, karena mencakup kegiatan intelijen, patroli, hingga penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. Dalam praktiknya, fungsi ini kerap dihadapkan pada modus penyelundupan yang semakin canggih.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa beban tugas yang besar ini memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, teknologi pengawasan, serta transparansi dalam pelayanan. Tanpa itu, risiko kebocoran penerimaan negara dan masuknya barang ilegal akan semakin tinggi.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap adanya keseimbangan antara pengawasan ketat dan pelayanan yang tidak menghambat aktivitas ekonomi. Hal ini penting agar Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai penjaga gerbang, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan berbagai tantangan tersebut, peran Bea Cukai ke depan akan semakin menentukan dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat Indonesia.