
PROBOLINGGO,-ifaktanews.co.id,-Pemerintah Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada 289 keluarga penerima manfaat pada Senin, 16 Desember 2025. Bantuan tersebut berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk setiap keluarga.
Penyaluran bantuan pangan (Banpang) ini mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi basis penentuan penerima manfaat. Kepala Desa Jabung Candi Duralim menilai, penyaluran bantuan kali ini relatif tepat sasaran, meskipun masih terdapat warga yang dinilai layak namun belum tercatat sebagai penerima.
“Data penerima sepenuhnya berasal dari DTSEN dan tidak dapat diubah oleh pemerintah desa. Kami menyadari masih ada warga yang seharusnya berhak tetapi belum mendapatkan bantuan,” ujar Kepala Desa Jabung Candi. Pemerintah desa, kata dia, akan mengusulkan pembaruan data kepada Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo agar warga yang terlewat dapat masuk dalam daftar penerima berikutnya.
Ia menambahkan, bantuan pangan tersebut setidaknya dapat meringankan beban ekonomi warga, terutama menjelang akhir tahun. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan ini,” katanya.
Bantuan pangan yang diterima warga Jabung Candi merupakan tahap pertama penyaluran pada Desember 2025. Program bantuan pangan beras tahun 2025 sendiri merupakan pelaksanaan perdana yang sebelumnya telah dialokasikan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli.
Hingga 17 September 2025, realisasi penyaluran bantuan pangan beras secara nasional telah mencapai 363,5 ribu ton atau sekitar 99,44 persen dari total target 365,5 ribu ton. Sejumlah daerah belum menuntaskan penyaluran akibat kendala geografis yang memperlambat distribusi.
Pemerintah mencatat penyaluran bantuan pangan beras turut berdampak pada pengendalian inflasi. Inflasi beras secara bulanan pada Juli 2025 tercatat sebesar 1,35 persen, tertinggi sepanjang tahun, namun berhasil ditekan menjadi 0,73 persen pada Agustus 2025.
Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan untuk melanjutkan program bantuan pangan beras selama dua bulan berikutnya, yakni Oktober dan November 2025, dengan sasaran 18,27 juta penerima dan anggaran sekitar Rp 7 triliun. Pemerintah akan mengevaluasi kelanjutan program tersebut pada Desember, bergantung pada tingkat realisasi dan efektivitas penyaluran.
