
Probolinggo,ifaktanews.co.id,-Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, terhenti hampir sepekan terakhir.
Sejumlah lembaga pendidikan dan desa penerima manfaat mengeluhkan terhentinya suplai tersebut.
Mandeknya distribusi MBG itu mendapat perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Paiton. Namun, saat aparat mendatangi lokasi dapur SPPG, pemilik tidak berada di tempat.
“Kami menerima informasi dari warga penerima manfaat bahwa sudah beberapa hari mereka tidak mendapatkan MBG. Karena itu kami mendatangi lokasi SPPG, tetapi pemiliknya tidak ada. Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada pihak terkait di tingkat kabupaten,” ujar Abdul Bari Camat Paiton.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Probolinggo Pujo Wisnu Mahandoko menjelaskan, bahwa terhentinya pengiriman MBG disebabkan belum tersedianya tenaga ahli gizi sesuai ketentuan. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.
“Saat ini kendalanya masih dalam pencarian ahli gizi. Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua Persagi untuk membantu mencarikan tenaga yang sesuai. Kami terus berupaya agar masalah ini segera teratasi, meski harus diakui ketersediaan ahli gizi dengan klasifikasi yang dibutuhkan cukup terbatas. Untuk sementara, kami menganjurkan agar distribusi ditutup oleh SPPG lain,” ujarnya.
Ditahya berapa sekolah yang mendapatkan MBG dari SPPG JabungbWetan, Pujo, belun bisa menjelaskan secara rinci terkait itu.
“Untuk data real bisa koordinasi langsung dengan pihak kepala SPPG tersebut bapak. dan mohon maaf bapak sesuai juknis kami bahwa lansia belum menjadi sasaran penerima manfaat kami ,” pungkas Pujo.
Distribusi MBG dari SPPG Desa Jabung Wetan ke sejumlah lembaga pendidikan diketahui terhenti sejak Senin lalu hingga berita ini diturunkan.Hampir Sepekan SPPG Desa Jabung Wetan Probolinggo Mandek
Probolinggo,ifaktanews.co.id,-Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, terhenti hampir sepekan terakhir.
Sejumlah lembaga pendidikan dan desa penerima manfaat mengeluhkan terhentinya suplai tersebut.
Mandeknya distribusi MBG itu mendapat perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Paiton. Namun, saat aparat mendatangi lokasi dapur SPPG, pemilik tidak berada di tempat.
“Kami menerima informasi dari warga penerima manfaat bahwa sudah beberapa hari mereka tidak mendapatkan MBG. Karena itu kami mendatangi lokasi SPPG, tetapi pemiliknya tidak ada. Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada pihak terkait di tingkat kabupaten,” ujar Bhari Camat Paiton.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Probolinggo Pujo Wisnu Mahandoko menjelaskan, bahwa terhentinya pengiriman MBG disebabkan belum tersedianya tenaga ahli gizi sesuai ketentuan. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.
“Saat ini kendalanya masih dalam pencarian ahli gizi. Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua Persagi untuk membantu mencarikan tenaga yang sesuai. Kami terus berupaya agar masalah ini segera teratasi, meski harus diakui ketersediaan ahli gizi dengan klasifikasi yang dibutuhkan cukup terbatas. Untuk sementara, kami menganjurkan agar distribusi ditutup oleh SPPG lain,” ujarnya.
Ditahya berapa sekolah yang mendapatkan MBG dari SPPG JabungbWetan, Pujo, belun bisa menjelaskan secara rinci terkait itu.
“Untuk data real bisa koordinasi langsung dengan pihak kepala SPPG tersebut bapak. dan mohon maaf bapak sesuai juknis kami bahwa lansia belum menjadi sasaran penerima manfaat kami ,” pungkas Pujo.
Distribusi MBG dari SPPG Desa Jabung Wetan ke sejumlah lembaga pendidikan diketahui terhenti sejak Senin lalu hingga berita ini diturunkan.(*)
