
Probolinggo,-ifaktanews.co.id,-Dua bocah perempuan dilaporkan hanyut di aliran Sungai Pancar Glagas, Dusun Krajan, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu siang, 21 Februari 2026. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya hingga sore hari masih dalam pencarian.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Warga yang melintas di jembatan Randumerak melihat tubuh seorang anak terbawa arus sungai. Informasi tersebut segera diteruskan ke warga sekitar yang kemudian melakukan pencarian.
Sekitar 15 menit berselang, pukul 14.15 WIB, korban atas nama Aurora Nafisa Firdausi, 9 tahun, warga Dusun Morong, Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran sungai mengarah ke Desa Randutatah. Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jabungsisir untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, satu korban lain, Aura Firza Farzana, 10 tahun, pelajar asal Dusun Kalianyar 3, Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, belum ditemukan. Aparat Polsek Paiton bersama warga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Ketua RW 03 Dusun Kalianyar 3, Fauzi, mengatakan kedua korban sebelumnya mandi bersama tiga teman mereka di Sungai Pancar Glagas sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, dua anak lain—Dafa (5 tahun) dan Erik (6 tahun)—pulang ke rumah dan memberi tahu orang tua bahwa Aurora dan Aura terseret arus.
“Orang tua baru mengetahui setelah anak-anak yang lain pulang dan menyampaikan kejadian itu,” ujar Fauzi.
Petugas menduga arus sungai yang cukup deras pada siang hari menjadi penyebab korban tak mampu menyelamatkan diri. Hingga laporan ini diturunkan, proses pencarian terhadap Aura Firza Farzana masih berlangsung.
Camat Paiton menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan BPBD untuk memperluas area pencarian serta mengimbau warga meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
