
Probolinggo,-ifaktanews.co.id,-Aksi pencurian yang menyasar rombongan wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo akhirnya terkuak. Setelah sepekan penyelidikan, aparat Polres Probolinggo meringkus tiga orang terduga pelaku dan kini tengah memburu kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, di area parkir depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Titik tersebut berada di sekitar Museum Tengger—salah satu lokasi transit wisatawan sebelum bertolak menuju lautan pasir Bromo. Tujuh koper milik turis Thailand dilaporkan lenyap saat rombongan bersiap melanjutkan perjalanan.
Pengungkapan kasus bermula pada Sabtu sore, 21 Februari 2026. Tim Reserse Mobil mengamankan terduga pelaku pertama berinisial RH di rumahnya di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, sekitar pukul 16.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh petunjuk yang mengarah pada dua nama lain.
Hanya berselang satu jam, petugas bergerak cepat. Sekitar pukul 17.00 WIB, Unit Resmob bersama jajaran Polsek Sukapura menangkap ED dan istrinya di kediaman mereka di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Probolinggo.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, para pelaku pencurian tujuh koper milik wisatawan asing asal Thailand sudah kami amankan. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh,” ujarnya, Ahad malam, 22 Februari 2026.
Menurut Wahyudin, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain serta memburu barang bukti yang diduga telah dipindahkan atau diperjualbelikan. Motif pencurian pun masih didalami. “Kami terus kembangkan karena ini menjadi atensi,” katanya.
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di kawasan wisata bertaraf internasional yang saban pekan dipadati turis mancanegara. Aparat memastikan akan meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik rawan di sekitar Bromo, guna menjaga rasa aman wisatawan sekaligus citra pariwisata Jawa Timur.
Polisi berencana menggelar konferensi pers pada Selasa mendatang setelah proses penyidikan dianggap cukup. Hingga kini, koper-koper yang hilang masih dalam penelusuran.
