
PROBOLINGGO,-ifaktanews.co.id,-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan nutrisi nasional justru menuai kritik tajam di lapangan. Di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, warga dikejutkan dengan temuan ulat dalam paket makanan yang diperuntukkan bagi balita dan ibu hamil.
Temuan ini terungkap setelah Eko Rahmat, warga Dusun Krajan, Desa Randumerak, mengabadikan kondisi menu yang diterimanya melalui rekaman video. Dalam potongan gambar tersebut, terlihat seekor ulat putih menggeliat keluar dari sepotong gorengan menyerupai siomay di dalam wadah ompreng.
Kejutan Pahit di Balik Menu Sehat
Rahmat menuturkan, paket makanan tersebut sedianya dikonsumsi oleh anak balitanya dan sang istri yang tengah mengandung. Beruntung, ia lebih dulu memeriksa isi makanan tersebut sebelum disantap.
“Saya langsung buang karena ada ulat putihnya. Menu itu untuk anak saya yang masih balita. Sejauh ini, baru satu ompreng ini yang saya temukan bermasalah,” ujar Rahmat pada Kamis, 12 Februari 2026.
Distribusi menu bermasalah ini diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun Kalianyar, Desa Sidodadi.
Respons Penyelenggara: Masih Kroscek
Menanggapi temuan tersebut, Kepala SPPG Dusun Kalianyar, Sulhan, mengaku belum menerima laporan resmi dari bagian dapur produksi. Namun, pihaknya berjanji akan melakukan penelusuran di rantai distribusi.
> “Nggih (iya), Pak. Saya akan cek dulu dan bertanya kepada kader di Dusun Krajan terkait kebenaran informasi ini,” kata Sulhan saat dikonfirmasi.
>
Di sisi lain, Halimatus, seorang kader Desa Randumerak, membenarkan bahwa pasokan makanan tersebut memang diproduksi oleh SPPG Kalianyar. Ia mengklaim telah meneruskan keluhan warga tersebut kepada pihak pengelola agar segera dievaluasi.
“Sudah saya laporkan ke pihak SPPG. Memang benar menu itu didistribusikan dari sana,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi catatan merah bagi pengawasan higienitas program MBG di tingkat desa, mengingat sasaran utamanya adalah kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita yang membutuhkan standar keamanan pangan tinggi.
Apakah Anda ingin saya membuatkan draf surat keluhan resmi atau poin-poin evaluasi untuk standar operasional prosedur (SOP) dapur umum tersebut?
